Blog for Learning

| lesson material | material summary | questions and answers | definitions | types and examples | other information | materi pelajaran | ringkasan materi | pertanyaan dan jawaban | definisi | jenis-jenis dan contoh-contoh | informasi lainnya |

Advertisement

Powered by Blogger.

Visitors

Flag Counter

Pages

Evolusi Model Atom

Evolusi Model Atom
Assalamu’alaikum Wr Wb. Kali saya akan membahas materi tentang Fisika, yaitu mengenai Evolusi Model Atom. Disini akan dijelaskan tetang evolusi atom. Berikut penjelasannya.

Teori Atom Dalton 


Jauh sebelum Dalton mengemukakan teori atom, seorang filsuf yang bernama Demokritus (460-370 SM) sudah mengemukakan teori atom. Teori yang diajukannya tidak berdasarkan eksperimen namun didasarkan hasil pemikiran saja. Menurut Demokritus, atom adalah bagian terkecil suatu partikel/zat yang tak dapat dibagi-bagi lagi. Istilah atom berasal dari kata a yang berarti tidak dan tomos yang berarti dibagi sehingga atom mempunyai arti ham.ah tak dapat dibagi. 

John Dalton (1766-1844), seorang ilmuwan Inggris, mengemukakan teori atom berdasarkan berbagai percobaan yang dilakukannya ditambah kesimpulan dari percobaan orang lain. Teori atom Dalton berhasil menjelaskan peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam reaksi kimia. Rangkuman dari teori atom Dalton adalah: 
  1. Atom adalah bagian dari suatu unsur atau zat yang tak dapat dibagi. 
  2. Atom dari suatu unsur mempunyai bentuk yang serupa dan tidak mungkin berubah menjadi unsur yang lain. Atom besi, misalnya, tidak mungkin berubah menjadi atom emas. 
  3. Dua atom atau lebih dari unsur yang berbeda dapat bergabung dalam reaksi kimia membentuk suatu molekul. Sebagai contoh, dua atom hidrogen dapat bergabung dengan atom oksigen menjadi molekul air melalui reaksi kimia. 
  4. Dalam reaksi kimia, berbagai atom unsur yang terlibat hanya sekadar memisah dan bergabung, sedangkan massa keseluruhan tetap. Ide ini sesuai dengan hukum Lavoisier yang menyatakan bahwa massa sebelum reaksi sama dengan massa sesudah reaksi. 
  5. Dalam reaksi kimia, banyaknya atom yang bergabung dengan unsur lain mempunyai perbandingan tertentu dan sederhana. Gagasan ini sesuai dengan hukum Proust yang menyatakan bahwa perbandingan berat unsur-unsur yang menyusun suatu senyawa selalu tetap.

Teori Atom Thomson 


Model atom lain dikemukakan oleh Thomson. Sedikit berbeda dengan model atom sebelumnya, Thomson mengemukakan bahwa atom bukan merupakan sesuatu yang tidak dapat dibagi-bagi lagi. Pada atom terdapat sejumlah muatan negatif. Karena secara keseluruhan atom adalah netral, muatan negatif tersebut akan diseimbangkan oleh muatan positif yang jumlahnya sama. 

Menurut Thomson, atom mempunyai massa yang jauh lebih besar dibandingkan massa elektron. Ini berarti muatan positifmenjadi pusat massa sebuah atom. Sebagai ilustrasi model atom Thomson, jika diandaikan sebuah atom adalah semangka, elektron-elektron dalam atom diibaratkan sebagai biji semangka, sedangkan muatan positif atom adalah "daging'· semangka. 

Meskipun pada tahun 1897 Thomson sudah menemukan elektron namun ukuran dan posisi elektron dalam suatu atom belum diketahui. Para ilmuwan berusaha menjelaskan bentuk atom dengan model dari yang paling sederhana sampai yang rumit.



Model Atom Rutherford 


Percobaan Hamburan Partikel Alfa. Berangkat dari teori atom Thoms.on, seorang ilmuwan yang bemama Lenard menguji teori atom tersebut pada tahun 1903. Sebuah lempeng logam ditembak .dengan elektron. Jika model atom tersebut benar, dia berharap sebagian besar elektron akan terserap oleh logam. Pada kenyataannya justru terjadi sebaliknya, sebagian besar elektron diteruskan oleh logam. Dengan demikian, model atom Thomson yang menyatakan bahwa massa atofi¥ersebar merata di seluruh isi atom tidak dapat diterima.

Ide dasar Lenard digunakan oleh E. Rutherford dibantu dua asistennya (Geiger dan Marsden) untuk pengujian lanjut teori atom Thomson. Percobaan yang dilakukan Rutherford pada tahun 1911 ini terkenal dengan percobaan hamburan partikel layar lempeng alfa.  Sebuah lempeng emas tipis ditembak dengan alfa yang mempunyai muatan positif. 

Partikel alfa ini dihasilkan oleh unsur radioaktif radon. Sebuah layar yang dapat berpendar jika terkena partikel alfa digunakan untuk mengamati partikel yang diteruskan. Hasil yang diperoleh begitu mengejutkan mereka. Sebagian besar partikel alfa dapat menembus lempeng logam emas tersebut, padahal partikel alfa berukuran besar.

Hanya sebagian kecil dari partikel alfa yang dipantulkan dengan sudut lebih dari 90°, yaitu sebanyak I di antara 20.000 partikel. Ada juga partikel alfa yang dibelokkan dan mengenai layar. Kejadian ini hanya bisa terjadi, menurut bayangan Rutherford, jika terdapat ruang kosong antara elektron dan inti atom sehingga partikel alfa yang ditembakkan ke lempeng emas akan lebih banyak mengenai ruang kosong. Dengan kata lain, jarak antara inti atom dengan elektron sangat jauh dibandingkan ukuran elektron dan inti atom. 

Selain itu, massa atom terpusatkan di intinya. Inti atom menjadi lebih masif dibandingkan elektronnya dan bermuatan positif Saat partikel alfa akan mengenai inti atom, terdapat gaya tolak yang besar sehingga partikel alfa akan dipantulkan dengan sudut yang Iebih dari 90°. Ukuran inti yang lebih kecil dibandingkan jarak antara inti dan elektron menyebabkan partikel alfa yang mengarah ke inti sangat sedikit. 

Partikel alfa yang tidak menuju ke inti tapi berjarak cukup dekat dengan inti akan dibelokkan dengan sudut yang tidak terlalu besar. Pembelokan ini karena ada ada gaya tolak pada partikel alfa oleh inti atom. Jumlah partikel alfa yang mendekati mt1 tt?ak terlalu banyak sehingga dalam pengamatan, partikel alfa yang dibelokkan pun tidak terlalu banyak.

Sekian pembahasan yang saya sampaikan, semoga dengan materi ini anda bisa memahami tentang Evolusi Model AtomWassalamu’alaikum Wr Wb

Sumber gambar : https://materikimia.com
Sumber tulisan : Foster, Bob. 2012. "Terpadu Fisika". Bandung : Erlangga.
0 Komentar untuk "Evolusi Model Atom"

Silahkan berkomentar sesuai artikel

 
Template By Kunci Dunia
Back To Top