Blog for Learning

| lesson material | material summary | questions and answers | definitions | types and examples | other information | materi pelajaran | ringkasan materi | pertanyaan dan jawaban | definisi | jenis-jenis dan contoh-contoh | informasi lainnya |

Advertisement

Powered by Blogger.

Visitors

Flag Counter

Pages

Teknologi Nuklir

Teknologi Nuklir
Assalamu’alaikum Wr Wb. Kali saya akan membahas materi tentang Fisika, yaitu mengenai Teknologi Nuklir. Disini akan dijelaskan tetang nuklir. Berikut penjelasannya.

Energi nuklir dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan umat manusia, misalnya untuk pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN). Meskipun demikian, masih ada rasa khawatir yang timbul jika ada negara atau kelompok yang tidak bertanggung jawab, yang tidak segan-segan menggunakan bom nuklir, perang nuklir dapat menghancurleburkan bumi dan isinya. 

Sinar matahari akan terhalangi oleh asap dan debu yang ditimbulkan ledakan bom nuklir ke atmosfer. Banyak orang yang akan tewas karena ledakan, radiasi, maupun kedinginan akibat peristiwa yang disebut musim dingin nuklir. Teknologi yang memanfaatkan energi nuklir disebut teknologi nuklir.

Reaktor Atom


Reaktor atom (disebut juga reaktor nuklir) adalah suatu sistem untuk menghasilkan reaksi inti berupa fisi dan fusi berantai yang terkendali. Bom atom atau bom nuklir juga merupakan reaksi fisi nuklir berantai tetapi tak terkendali. Berdasarkan fungsinya, reaktor atom dapat dikelompokkan menyadi:
  1. Reaktor penelitian, yaitu reaktor yang digunakan untuk penelitian di bidang material. fisika, kimia, biologi, kedokteran, pertanian, industri, dan bidang bidang ilmu pengetahuan dan teknologi lainnya.
  2. Reaktor isotop, yaitu reaktor yang digunakan untuk memproduksi radioisotop. Radioisotop banyak digunakan dalam bidang kedokteran, farmasi, biologi. dan industri.
  3. Reaktor daya, yaitu reaktor yang dapat menghasilkan daya atau energi berupa kalor untuk dimanfaatkan lebih lanjut. misalnya untuk pembangkit listrik tenaga nuklir (PLIN).

Saat ini, Indonesia baru memiliki reaktor penelitian dan reaktor isotop. Pusat Reaktor Atom Bandung (PRAB) di Bandung, menggunakan reaktor Triga Mark II (Triga — Training Research and Isotop Production bv General Atomic) dengan kapasitas daya 1 MW. Di Yogyakarta, juga dengan nama reaktor Triga, memiliki kapasitas daya 250 kW. Sedangkan di Serpong, yang diresmikan pada tahun 1987, reaktornya bernama MPR-30 (MPR - Multi Purpose Reactor) memiliki kapasitas daya 30 MW.

Prinsip kerja reaktor atom dapat dijelaskan dengan Gambar 11.12. Kalor yang dihasilkan reaktor dibuang melalui sistem pendingin. Sistem pendingin yang digunakan ada dua jenis, yaitu sistem pendingin primer dan sekunder. Sistem pendingin primer akan mengambil panas dari reaktor, kemudian membuangnya ke pendingin sekunder melalui alat penukar panas (heat exchanger). Sistem pendingin sekunder akan membuang panas melalui menara pendingin.

Bahan bakar yang digunakan dalam reaktor nuklir adalah uranium. Di dalam bijih uranium di alam terdapat satu isotop U-235 untuk setiap 140 atom atau sekitar 0,76, sedangkan sisanya adalah isotop U-238. Kebanyakan reaktor menggunakan bahan bakar yang sudah diperkaya hingga mengandung U-235 sebanyak 3%.

Bahan bakar uranium dicelupkan ke dalam reaktor. Uranium dibentuk mirip dengan tabung sempit agar neutron yang dihasilkan dalam reaksi fisi memiliki peluang yang besar untuk keluar menuju ke moderator dan tidak menumbuk bahan bakar lagi.

Sewaktu reaksi terjadi, inti U-235 menangkap sebuah neutron dan akan dihasilkan neutron cepat. Neutron ini tidak cukup untuk membuat U-235 mengalami reaksi fisi, namun masih harus diperlambat untuk dapat menghasilkan reaksi fisi di dalam U-235. Neutron ini diperlambat oleh moderator. Bahan moderator adalah air berat atau grafit. Moderator juga berfungsi sebagai pendingin primer.

Moderator yang efektif harus dapat memperlambat neutron tanpa banyak menyerap neutron yang diperlambatnya. Untuk tujuan ini. dipilih bahan moderator yang massa atomnya sepadan dengan massa neutron. Moderator yang sering dipakai adalah hidrogen dalam bentuk air, deuterium dalam bentuk air berat (D,O). dan karbon dalam bentuk grafit. Moderator karbon dipilih bukan karena efektifitasnya. namun karena harganya yang murah.

Batang kendali digunakan untuk mengatur populasi neutron cepat. Idealnya, sebuah neutron tiap reaksi fisi diperlukan untuk melangsungkan reaksi terus-menerus (tiap pembelahan inti hanya menghasilkan satu pembelahan tambahan). Reaktor yang demikian dikatakan berada pada kondisi kritis. Kelajuan yang lebih tinggi akan membebaskan energi terlalu cepat dan reaksi akan kehilangan kendali. 

Batang kendali terbuat dari baja atau kadmium berlapis boron yang digunakan untuk menangkap neutron cepat. Jika batang kendali digerakkan ke atas, jumlah neutron yang dapat menimbulkan reaksi fisi akan bertambah. Sebaliknya, jika batang kendali digerakkan ke bawah. neutron yang dapat menimbulkan reaksi fisi akan berkurang. 

Kondisi reaktor yang mempunyai jumlah neutron cepat terlalu banyak (tiap pembelahan inti menghasilkan lebih dari satu pembelahan tambahan) disebut kondisi superkritis, sedangkan kondisi reaktor yang mempunyai jumlah neutron cepat terlalu sedikit (secara rerata, tiap pembelahan inti menghasilkan kurang dari satu pembelahan tambahan) disebut kondisi subkritis.



Sekian pembahasan yang saya sampaikan, semoga dengan materi ini anda bisa memahami tentang Teknologi NuklirWassalamu’alaikum Wr Wb

Sumber gambar : https://www.merdeka.com
Sumber tulisan : Foster, Bob. 2012. "Terpadu Fisika". Bandung : Erlangga.
0 Komentar untuk "Teknologi Nuklir"

Silahkan berkomentar sesuai artikel

 
Template By Kunci Dunia
Back To Top