Blog for Learning

| lesson material | material summary | questions and answers | definitions | types and examples | other information | materi pelajaran | ringkasan materi | pertanyaan dan jawaban | definisi | jenis-jenis dan contoh-contoh | informasi lainnya |

Advertisement

Powered by Blogger.

Visitors

Flag Counter

Pages

Kerajaan Pajajaran

Kerajaan Pajajaran
Assalamu’alaikum Wr Wb. Kali saya akan membahas materi tentang Sejarah, yaitu mengenai Kerajaan Pajajaran. Disini akan dijelaskan tetang  kerajaan. Berikut penjelasannya.

Berdasarkan sumber sejarah. di daerah Jawa Barat telah berulangkali terjadi perpindahan pusat kerajaan Hindu sesudah berdirinya Kerajaan Tarumanegara. Secara berurutan pusat-pusat kerajaan itu adalah Galuh, Prahajyan Sunda, Kawali, dan Pakwan Pajajaran.

Aspek Kehidupan Politik


1) Kerajaan Galuh


Sejarah di Jawa Barat setelah Tarumanegara tidak banyak diketahui. Berdasarkan Prasasti Canggal tahun 732 M, diketahui bahwa Sanjaya adalah anak Sanaha, saudara perempuan Raja Sanna. Dalam kitab Carita Parahyangan juga disebutkan nama Sanjaya. Menurut kitab Carita Parahyangan. Sanjaya adalah anak Raja Sena yang berkuasa di Kerajaan Galuh. 

Sena adalah anak Mandiminyak dari hasil hubungan gelap dengan Pwah Rababu, istri Rahyang Sempakwaja yang merupakan kakak sulung Mandiminyak. Diduga karena raja tidak mempunyai putra mahkora, setelah Mandiminyak mangkat, Sena diangkat menjadi raja. Raja Sena berkuasa selama tujuh tahun. 

Suatu ketika Raja Sena diserang oleh Rahyang Purbasora (saudara seibu) dan mengalami kekalahan. Akibatnya, Raja Sena diasingkan ke Gunung Merapi beserta keluarganya. Di sinilah anaknya lahir dan diberi nama Sanjaya. Setelah dewasa, Sanjaya mencari perlindungan kepada saudara tua ayahnya di Denuh. Akhirnya, Sanjaya berhasil mengalahkan Purbasora, kemudian naik takhta di Kerajaan Galuh.

2) Kerajaan Prahajyan Sunda


Nama Sunda muncul lagi pada Prasasti Sahyang Tapak yang ditemukan di daerah Cibadak, Sukabumi berangka tahun 1030 M. Nama tokoh yang disebut dalam prasasti Sanghyang Tapak adalah Maharaja Sri Jayabhupati Jayamanahen Wisnumurti Samarawijaya Sakalabhuwanaman duleswaranindita Haro Gowardhana Wikramottunggadewa yang berkuasa di Kerajaan Prahajyan Sunda.

3) Kerajaan Kawali


Menurut sumber sejarah prasasti di Astanagede, diperkirakan pada masa pemerintahan Rahyang Niskala Wastu Kancana pusat kerajaan sudah berada di Astanagede dengan istana bernama Surawisesa. Menurut kitab Pararaton, pada tahun 135/ terjadi peristiwa Pasundan—Bubat atau Perang Bubat, yaitu peperangan antara Sunda dan Majapahit. 

Ketika Perang Bubar, Prabu Sri Baduga Maharaja gugur dan karena putranya. Wastu Kancana masih kecil, maka pemerintahannya diserahkan kepada pengasuhnya, yaitu Hyang Bunisora yang bertakhta antara 1357-1371. Pada tahun 1371 Wastu Kancana menggantikan Hyang Bunisora hingga 1471. Setelah mangkat tahun 1471, Raja Wastu digantikan putranya. Tohaan atau Rahyang Ningrat Kancana yang memerintah antara tahun 1471-1478.

4) Kerajaan Pakwan Pajajaran


Setelah Raja Rahyang Ningrat Kancana jatuh dari takhta pada tahun 1478, ia digantikan putranya, Sang Ratu Jayadewata, Menuru Prasasti Batutulis Sang Jayadewata bergelar Prabu Dewataprana Sri
Baduga Maharaja Ratu Haji di Pakwan Pajajaran Sri Sang Ratu Dewata Pada masa pemerintahan Sri Baduga Maharaja, pusat kerajaan Pajajaran dipindahkan dari Kawali ke Pakwan Pajajaran. 

Pada masa kekuasaan Sang Ratu Jayadewata pengaruh Islam makin meluas di Kerajaan Sunda schingga raja terpaksa menjalin hubungan dengan Portugis di Malaka, Pada tahun 1512 dan 1521 Ratu Samiam diutus untuk menjalin hubungan dengan Portugis di Malaka. Pada tahun 1522 ketika Hendrik de Heme memimpin ekspedisi Portugis ke Sunda, Ratu Samiam sudah naik takhta menjadi raja Pajajaran bergelar Prabu Surawisesa. 

Setelah mangkat tahun 1535, Ratu Samiam digantikan oleh Prabu Ratudewata yang berkuasa antara tahun 1535-1543. Pada masa kekuasaan Prabu Dewadata terjadi serangan terhadap Kerajaan Sunda yang dilakukan Maulana Hasanuddin dan Maulana Yusuf dari Kerajaan Banten.

Aspek Kehidupan Ekonomi


Masyarakat Kerajaan Sunda hidup dari pertanian perladangan. Dalam kitab Carita Parahyangan terdapat keterangan mengenai pekerjaan di ladang seperti pahuma (peladang), panggerek (pemburu), dan penyadap (penyadap). Selain bertumpu pada sektor pertanian, Kerajaan Sunda juga didukung oleh perdagangan, yaitu adanya enam buah bandar yang penting untuk berdagang dengan daerah atau kerajaan lain. Masyarakat Sunda melakukan jual beli menggunakan mata uang berupa ceitis, calais, mates, dan tumdaya.



Aspek Kehidupan Sosial Budaya


Kehidupan manusia peladang sering berpindah-pindah sehingga tidak membuat bangunan permanen. Oleh karena itu, di Kerajaan Pajajaran tidak ditemui peninggalan berupa bangunan seperti candi yang bisa bertahan hingga saat ini. Hasil kebudayaan Kerajaan Pajajaran berupa berupa sastra tulis dan sastra lisan. Contoh sastra tulis adalah kitab Carira Parahyangan Sawakanda atau Serat Kanda, dan Sanghyang Siksakandang Karesian. Contoh sastra lisan berupa cerita pantun, seperti Catra, Haturwangi Langgalarang Banyak, dan Siliwangi.

Sekian pembahasan yang saya sampaikan, semoga dengan materi ini anda bisa memahi tentang Kerajaan PajajaranWassalamu’alaikum Wr Wb

Sumber gambar : https://www.romadecade.org
Sumber tulisan : Herimanto. 2012. "Sejarah Pembelajaran Sejarah Interaktif". Surakarta : Platinum.
0 Komentar untuk "Kerajaan Pajajaran"

Silahkan berkomentar sesuai artikel

 
Template By Kunci Dunia
Back To Top