Blog for Learning

| lesson material | material summary | questions and answers | definitions | types and examples | other information | materi pelajaran | ringkasan materi | pertanyaan dan jawaban | definisi | jenis-jenis dan contoh-contoh | informasi lainnya |

Advertisement

Powered by Blogger.

Visitors

Flag Counter

Pages

Perkembangan Nasionalisme di Asia dan Afrika

Assalamu’alaikum Wr Wb. Kali saya akan membahas materi tentang Sejarah, yaitu mengenai Perkembangan Nasionalisme di Asia dan Afrika. Disini akan dijelaskan tetang sejarah berdirinya nasionalisme. Berikut penjelasannya.

Nasionalisme modern muncul untuk pertama kalinya di Eropa pada akhir abad ke-18. Lahirnya paham nasionalisme ini diikuti dengan terbentuknya negara-negara nasional atau negara kebangsaan. Paham nasionalisme tersebut akhirnya meluas ke seluruh dunia, terutama di negara jajahan yang dikuasai oleh bangsa-bangsa Eropa. Bangsa-bangsa Eropa cenderung menindas bangsa-bangsa yang dijajah sehingga bangkitlah semangat nasionalisme di negara-negara jajahan.

Hal itu diwujudkan dalam bentuk revolusi atau perang untuk mencapai kemerdekaan. Misalnya, gerakan nasionalisme di Negara Asia dan Afrika, seperti Cina, India, Indonesia, Turki, dan Mesir. Gerakan nasionalisme di Asia dan Afrika pada akhirnya melahirkan negara-negara yang merdeka dan terbebas dari belenggu penjajahan bangsa Barat. Beberapa faktor vang menyebabkan munculnya nasionalisme di Asia dan Afrika, antara lain
  1. penderitaan dan kesengsaraan rakyar di Asia dan Afrika akibat adanya imperialisme Barat:
  2. kemenangan Jepang atas Rusia dalam perang tahun 1905:
  3. kerinduan akan kembalinya kejayaan masa lampau:
  4. munculnya golongan terpelajar dalam masyarakat.

Lahirnya nasionalisme di Asia dan Afrika telah mengilhami tokoh pergerakan nasional Indonesia untuk melakukan perlawanan terhadap politik kolonial Belanda. Perjuangan nasional di India, Turki, Mesir, dan Cina juga telah memberi inspirasi bagi kaum terpelajar Indonesia bahwa kekuasaan kolonial Belanda dapat dilawan dengan menggunakan organisasi modern yang bergerak di bidang sosial, budaya, ekonomi, dan politik.

Nasionalisme Cina


Cina merupakan negara yang memiliki sejarah cukup tua karena diperintah oleh berbagai dinasti. Kepala pemerintahannya disebut kaisar. Salah saru dinasti asing yang pernah menguasai Cina adalah dinasti Manchu (dinasti Ching) antara tahun 1644 hingga 1912 yang berasal dari Manchuria.  Nasionalisme Cina lahir setelah rakyat Cina merasa kecewa terhadap penguasa Manchu yang dinilai bukan bangsa asli Cina. Kebencian tersebut semakin memuncak setelah bangsa Inggris mampu mengalahkan pasukan kaisar dalam Perang Candu tahun 1842.

Kaisar dinilai lemah dan bertanggung jawab atas penderitaan rakyat Cina akibat penjajahan bangsa Eropa, Amerika Serikat dan Jepang. Selanjutnya, revolusi pecah dengan penggulingan Kaisar Pu Yi dari dinasti Yana tahun 1911 yang digulingkan oleh kekuatan nasionalis Cina. Cina di proklamasikan menjadi republik nasional Cina. Namun, republik nasional cina masih rapuh karena para pemimpinnya saling bertikai. 



Salah satu tokoh nasionalis Cina adalah Dr. Sun Yar Sen merupakan pendiri partai Kuomintang (Cina nasionalis). Dr. Sun Yat Sen berusaha membangun negara cina modern dengan menggalang persatuan di antara kelompok bangsa Cina, Setelah meninggal kedudukannya sebagai ketua partai Kuomintang digantikan oleh Jenderal Chiang Kai Sek. Untuk menyatukan bangsa cina, Chiang Kai Sek menaklukkan para panglima perang dengan bantuan partai komunis Cina. 

Para anggota partai komunis Cina berusaha memengaruhi rakyat unuk menentang para panglima perang. Karena merasa khawatir kaum komunis akan berbalik menentangnya, Chiang Kai Sek memerintahkan pembantaian para pendukung partat komunis Cina. Namun, salah seorang tokoh partai komunis Cina bernama Mao Zedong selamat dari pembantaian tersebut.

Selanjutnya, ia memimpin perlawanan dengan membentuk pemerintahan komunis yang berkiblat kepada Uni Soviet. Setelah perang saudara selama berpuluh puluh tahun pada masa penjajahan Jepang, akhirnya pasukan Gama komunis mampu mengalahkan pasukan Kuomintang. Pada tahun 1949 Mao mendirikan Republik Rakyat Cina berhaluan komunis.

Nasionalisme India


Pergerakan nasionalisme India pada mulanya bersifar gerakan sosial dan pendidikan. Gerakan poliik muncul setelah berdirinya Indian National Congress (Partai Kongres). Anggota Partai Kongres terdiri atas golongan intelektual Hindu dan muslim. Organisasi Partai Kongres merupakan Cetusan rasa kebangsaan rakyat India. 

Salah satu tokoh nasionalis India adalah Mahatma Gandhi. Dalam memperjuangkan kemerdekaan India, Gandhi melancarkan gerakan AhimsaSatyagrahu, Hartal, dan Swadesi.  Ahimsa, adalah gerakan anti kekerasan, Satyagraha adalah gerakan untuk tidak bekerja sama dengan kaum penjajah. Hartal adalah pemogokan di tempat kerja. 

Swadesi adalah gerakan untuk mempergunakan produksi dalam negeri sendiri dan tidak menggantungkan kepada Produk bangsa lain. Selain Gandhi, tokoh pergerakan kemerdekaan India adalah  Nehru. Nehru adalah pejuang kemerdekaan India yang menuntut kemerdekaan India dari Inggris.

Nasionalisme Turki


Turki pernah menjadi negara adidaya. Pada abad ke-15, dinasti Usmani yang memerintah Turki berhasil merebut Konstantinopel pada tahun 1453. Nasionalisme Turki muncul diawali oleh naik takhtanya Sultan Hamid II tahun 1876. Setelah berkuasa, Sultan Hamid II mengesampingkan konstitusi dan bertindak sebagai diktator dalam menjalankan kekuasaannya sehingga menimbulkan rasa tertekan rakyat. 



Oleh Sultan Hamid IL, kelompok minoritas ditindas dengan kejam setelah mereka melakukan aksi-aksi perlawanan revolusioner. Kebijakan politik Sultan Hamid II tersebut menimbulkan rasa nasionalisme di kalangan kelompok minoritas Turki. Penindasan Sultan Hamid II mendorong sekelompok mahasiswa dan perwira militer Turki untuk memberontak terhadap Sultan Hamid II. Kelompok perlawanan yang paling menonjol adalah Gerakan Turki Muda. 

Gerakan Turki Muda akhirnya berhasil menurunkan Sultan Hamid II dari takhtanya. Memasuki Perang Dunia I, Turki semakin lemah. Keadaan tersebut, dimanfaatkan oleh Mustafa Kemal Pasha untuk memimpin pergerakan nasional Turki. Pada tahun 1920, ia terpilih sebagai Ketua Majelis Nasional. Selanjutnya, pada tanggal 29 Oktober 1923, Majelis Nasional Turki memproklamasikan berdirinya Republik Turki.

Sekian pembahasan yang saya sampaikan, semoga dengan materi ini anda bisa memahi tentang Perkembangan Nasionalisme di Asia dan Afrika. Wassalamu’alaikum Wr Wb

Sumber gambar : http://sejarahmula.blogspot.com
Sumber tulisan : Herimanto. 2012. "Sejarah Pembelajaran Sejarah Interaktif". Surakarta : Platinum.
0 Komentar untuk "Perkembangan Nasionalisme di Asia dan Afrika"

Silahkan berkomentar sesuai artikel

 
Template By Kunci Dunia
Back To Top