Blog for Learning

| lesson material | material summary | questions and answers | definitions | types and examples | other information | materi pelajaran | ringkasan materi | pertanyaan dan jawaban | definisi | jenis-jenis dan contoh-contoh | informasi lainnya |

Advertisement

Powered by Blogger.

Visitors

Flag Counter

Pages

Kultur Jaringan

Kultur Jaringan
Assalamu’alaikum Wr Wb. Kali saya akan membahas materi tentang Sejarah, yaitu mengenai Kultur Jaringan. Disini akan dijelaskan tetang Kultur Jaringan. Berikut penjelasannya.

Kultur janngan tumbuhan merupakan teknik perbanyakan tanaman secara vegetatif buatan yang didasarkan pada sifat totipotensi tumbuhan. Totipotensi adalah kemampuan sel atau jaringan organisme untuk tumbuh menjadi individu baru. 

Totipotensi tumbuhan membuat sel tumbuhan dalam proses kultur jaringan dapat berkembang menjadi tumbuhan lengkap jika ditumbuhkan pada kondisi yang memungkinkan. Dengan kultur jaringan, dalam waktu yang bersamaan dapat diperoleh bibit tanaman dalam Jumlah banvak.

Prinsip dalam Teknik Kultur Jaringan


Kultur jaringan harus dilakukan di tempat yang steril, misalnya laboratorium khusus kultur jaringan. Selain tempat, alat, dan bahan, pelaku kultur jaringan pun harus dalam keadaan steril. Artinya, alat dan bahan harus disterilkan sebelum dipakai. Alat dan bahan disterilkan dengan cara mengautoklafnya selama 15 menit pada suhu 1I5 C. 

Kemudian, tangan pelaku harus dicuci bersih dan disemprot dengan alkohol sebelum bekerja. Untuk memperbesar keberhasilan kultur jaringan, tanaman yang dikulturkan sebaiknya berupa jaringan muda yang sedang tumbuh, misalnya ujung akar, tunas, dan daun muda. Jaringan yang diambil dan ditumbuhkan melalut kultur jaringan disebut eksplan

Sejak diambil dari tumbuhan induk sampai dengan dikulturkan, eksplan harus dalam keadaan steril. Persiapan eksplan sampai penanaman dalam medium buatan harus dilakukan di dalam entkas atau laminar air flow. Eksplan yang steril di kultur dalam botol yabg berisi medium cair. Medium cair terdiri ataas zat nutrisi dan zat pengatur tumbuh (ZPT). Supaya nutrisi dapat meresap ke dalam eksplan, media kultur harus disimpan di atas pengocok atau shaker. Dari eskplan akan tumbung jaringan seperti kalus berwarna putih yang disebut protocorm like body (PLB). 

PLB dapat dipecah-pecah dan di tumbuhkan lagi menjadi banyak PLB. PLB kemudian di subkulturkan dalam media yang terdiri atas larutan nutrisi, zat pengatur tumbuh dan media agar. Faktor-faktor lingkungan di luar nutrisi, seperti cahaya ,temperatur kelembapan dan pH juga harus di kondisikan agar sesuai untuk kelangsungan hifup PLB tersebut.

PLB akan berkembang menjadi tanaman kecil yang disebut plantlet. Plantlet dipisah-pisahkan dan dikultur lagi dalam media padat sampa cukup besar dan siap dipindahkan ke dalam pot kelompok. Satumpot berisi banyak plantlet. Setelah plandet membentuk tanaman yang sempurna, populasi dalam pot kelompok dapat di kurangi. Akhirnya, satu tanaman dipindahkan ke dalam satu plasik hitam (polybag) dan dipelihara sampai tanaman siap ditanam di lahan. Perawatan plantlet dalam pot kelompok atau pot individu dilakukan di rumah kaca.



Kultur jaringan memiliki manfaat sebagai berikut :
  • melestarikan sifat tanaman infuk
  • menghasilkan tanaman yang memiliki sifat seragam
  • menghasilkan tanaman baru dalam jumlah besar
  • dapat menghasilkan tanaman yang bebas virus.
  • dapat dijadikan sarana untuk melestarikan plasma nutfah
  • untuk mencipitakan rekayasa genetika. Sel yang telah direkayasa dikembangkan melalui kultur sel sehingga menjadi tanaman baru secara lengkap.

Macam-Macam Kultur Jaringan


Berbagai bagian tanaman dapat diguanakan sebagai eksplan dalam kultur jaringan.
  • Kultur meristem, menggunakan jaringan(akar, batang, daun) yang muda/ meristematik.
  • Kultur anter, menggunakan kepala sari sebagai eksplan.
  • kultur embrio, menggunakan embrio, misalnya pada embrio kepala kopyot yang sulit di kembangbiakan secara alamiah.
  • Kultur protoplas, menggunakan sel jaringan hidup sebagai enksplan tanpa dinding.
  • Kultur kloroplas, menggunakan kloroplas. Kultur ini biasaya untuk memperbaiki atau membuat varietas baru.
  • Kultru polen, menggunakan sebur sari sebagai eksplannya.

Prosedur Kultur Jaringan


Ada empat hal yang harus di perhatikan dalam prosedur kultur jaringan, yaitu persiapan, pengambilan dan perawatan eksplan, pengocokan dan media. Persiapan, media yang digunakan berupa media cair dan padat. Kedua media ini disiapkan dalam botol Erlenmeyer yang di tutup dengan kain kasa steril dan alumunium foil.  Botol yang berisi media disterilkan dengan memananskanya dalam autoklaf yang bersuhu 120 C dan tekanan 1,5 kg/m2 selama 20 menit. 

Setelah disterilkan, media kultur disimpan dalam tempat steril atau kulkas. Ruangan dan peralatan harus disterilkan dengan larutan antiseptik (alkohol atau sodium hipoklorit). Lampu UV dalam ruangan entkas atau  laminar air flow dinyalakan satu jam sebelum digunakan. Tujuanya adalah untuk mensterilkan ruangan tersebut.

Sekian pembahasan yang saya sampaikan, semoga dengan materi ini anda bisa memahami tentang Kultur Jaringan. Wassalamu’alaikum Wr Wb



Sumber gambar : https://paktanidigital.com
Sumber tulisan : Pratiwi, Maryati, dkk. 2012. "Biologi". Jakarta : Erlangga.
0 Komentar untuk "Kultur Jaringan"

Silahkan berkomentar sesuai artikel

 
Template By Kunci Dunia
Back To Top