Blog for Learning

| lesson material | material summary | questions and answers | definitions | types and examples | other information | materi pelajaran | ringkasan materi | pertanyaan dan jawaban | definisi | jenis-jenis dan contoh-contoh | informasi lainnya |

Advertisement

Powered by Blogger.

Visitors

Flag Counter

Pages

Persiapan dan perencanaan pameran seni rupa


Pameran karya seni rupa : Pengertian, tujuan, fungsi dan persiapan pameran

Pengertian
Pada dasarnya pameran adalah suatu bentuk kegiatan penampilan dalam rangka usaha memperkenalkan barang, jasa, atau prestasi kepada publik. Penyelenggaraan pameran bukan sekadar sebagai informasi atau alat komunikasi, tetapi lebih jauh dari hal tersebut karena dapat membangkitkan motivasi atau memberi dorongan kepada pengunjung untuk mengambil langkah konkret yang lebih bermanfaat. Jadi, pengertian pameran secara umum adalah wujud akhir dari hasil berolah seni yang disuguhkan kepada masyarakat umum.
Pameran tidak dapat dilakukan secara perorangan tetapi melibatkan banyak orang atau kelompok yang mempunyai tugas dan tanggung jawab sendiri-sendiri dalam satu koordinasi, sehingga penyelenggaraan pameran dapat berhasil dengan baik. Untuk mencapai keberhasilan tersebut diperlukan perencanaan yang matang baik dari segi teknis, maupun non-teknis, dengan program kerja yang cermat, teliti, dan terarah, sesuai dengan tujuan dan tema pameran. 

Tujuan dan Fungsi Pameran
Dorongan yang timbul akibat adanya suasana batin tertentu yang berupa tanggapan pribadi atas suasana lingkungan. Seorang seniman selalu terpanggil untuk menampilkan karyanya yang mencerminkan kesadaran terhadap beberapa kondisi di sekitarnya. Namun kegiatan untuk berkarya saja tidaklah cukup, sebuah karya seni yang dihasilkan harus dikomunikasikan kepada  masyarakat umum.
Segala ekspresi karya memerlukan tanggapan dari pihak lain, baik dari kalangan seniman maupun masyarakat umum. Wujud dari komunikasi karya tersebut adalah melalui pameran.
Pameran adalah kegiatan yang harus dilakukan oleh setiap pelaku seni, Kegiatan ini dapat menguji kemampuan seorang seniman. Tujuan dari sebuah pameran sebagai media komunikasi bagi para pelaku seni untuk dapat menperlihatkan atau menunjukkan hasil-hasil karya seninya kepada orang banyak sebagai apresiator. Secara umum, tujuan pameran adalah untuk keperluan edukatif, komunikatif, kompetitif, dan sosial.
Pameran juga memiliki fungei sosial yang sangat penting dalam upaya meningkatkan dan memenuhi kebutuhan batin dan emosional masyarakat dalam berbagai tanggapan yang muncul baik yang berupa kritik maupun saran. Kritik dan saran merupakan masukan yang amat berharga dan akan berpengaruh pada hasil berolah karya berikutnya.
Secara umum pameran seni rupa murni dan seni rupa terapan, baik dua dimensi maupun tiga dimensi, memiliki fungsi sosial sebagai sarana pembelajaran. Sarana tersebut ialah :
a.       Sarana apresiasi
Tanggapan yang muncul setelah pameran karya dapat bermacam-macam bentuknya. Hal tersebut tidak terlepas dari tingkat penghargaan terhadap karya kriya atau seni terapan pada umumnya, namun juga dipengaruhi oleh faktor intelektual, Penghargaan dari proses apreasi yang timbul dapat digolongkan menjadi dua, yaitu apresiasi aktif dan apresiasi pasif. Apresiasi aktif muncul setelah seseorang melihat pameran, lalu timbul rangsangan untuk berbuat kreatif dalann karya. Sedangkan dalarn apresiasi pasif, pemerhati karya hanya menangkap lewat parasaan baik, bagus, jelek, tanpa memberi alasan yang jelas.
b.      Sarana edukasi
Pada dasarnya pameran merupakan sarana pembelajaran kepada siswa atau umum dalam menanamkan kesadaran akan nilai-nilai keindahan (estetika) dalam lingkup yang lebih luas. Pameran mendidik siswa akan pentingnya pengalaman batin atau rasa sebagai keseimbangan kegiatan akal atau pikiran manusia.
c.       Sarana rekreasi
Kegiatan pameran dapat menunjang kebutuhan batiniah akan aspek-aspek hiburan. Kondisi zaman yang makin sibuk akan tuntutan hidup, untuk belajar demi masa depan, sering menimbulkan ketegangan fisik maupun psikis, sehingga pameran diharapkan menjadi media penyeimbang.
d.      Sarana prestasi
Pameran merupakan ajang prestasi untuk berkompetisi antar siswa, melalui pameran dapat diamati sejauh mana keaktifan dan kreativitas siswa, sehingga timbul suatu bentuk pemikiran untuk berbuat dan berkarya lebih baik.

Perencanaan dan Persiapan Pameran Kelas
Perencanaan adalah hal yang sangat panting bagi terselenggarnya suatu kegiatan agar hasilnya sesuai dengan yang diinginkan. Perencanaan meliputi beberapa kegiatan antara lain rencana kegiatan, penyusunan program kerja, dan menentukan tempat pameran. Pameran yang diselenggarakan di sekolah mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap apresiasi seni siswa. Penyajian pameran tidak perlu menggunakan nama yang muluk-muluk, namun harus disesuaikan dengan karya yang akan ditampilkan. Sebagai contoh, “Karya Apik Tahun Ini” atau “Karya-karya Pilihan”.
Penampilan karya dapat dilakukan pada akhir semester atau akhir tahun pelajaran, karya yang ditampilkan dapat diambil dari tugas harian atau tugas-tugas ekstrakurikuler.
Dalam persiapan dan perencanaan pameran, peran guru studi sangat berarti untuk membimbing anak didik belajar tampil baik secara individu maupun kelompok. Karya dapat ditempatkan pada sketsel, box, meja, dan pada tempat yang strategis.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam melaksanakan pameran di kelas atau di lingkungan sekolah ialah sebagai berikut.
a.       Persiapan
Meliputi persiapan materi pameran dan sarananya, menyangkut karya yang dipamerkan dan ditekankan pada benda pakai atau terapan segerti seni kriya atau grafis, walaupun tidak menutup kemungkinan menampilkan karya seni murni seperti seni lukis, seni patung, dan keramik kontemporer. Sarana yang dibutuhkan adalah sketsel sebagai gantungan, kotak atau box sebagai tempai patung dan keramik kontemporer, meja untuk pajangan seni kriya atau kerajinan.
b.      Tempat
Tempat memamerkan karya dapat dilakukan di aula sekolah, ruang keterampilan, ruang kelas, atau teras kelas.
c.       Penjaga Pameran
Penjaga pameran dapat dipilih dari siswa agar mereka belajar mandiri, dan sebelumnya mereka harus diarahkan tentang tugas dan tanggung jawab masing-masing.
Pameran karya seni terapan di sekolah dilaksanakan setelah akhir tahun pelajaran dan hasil karya yang dipamerkan meliputi seni terapan daerah Nusantara baik karya siswa maupun karya orang lain.
a.       Tujuan pameran seni rupa di kelas ialah sebagai berikut:
1.      Meningkatkan apresiasi dan kecintaan pada karya seni rupa.
2.      Meningkatkan prestasi siswa.
3.      Saran, evaluasi, dan observasi pada pelajaran seni rupa secara objektif.
4.      Untuk mendidik berorganisasi, bekerja sama, dan belajar bertanggung jawab.
b.      Materi
Materi pameran meliputi jenis-jenis seni rupa dua dimensi maupun tiga dimensi sebagai berikut:
1.      Seni lukis dengan berbagai gaya dan aliran serta media.
2.      Seni kriya (kerajinan) anyaman, hiasan dinding, mozaik, dan sebagainya.
3.      Seni patung figuratif, non figuratif, dan kontemporer dengan berbagai media.
4.      Seni grafis.
5.      Seni ilustrasi meliputi kartun, karikatur, dan lain-lain.
6.      Gambar model dan gambar bentuk.
c.       Persiapan yang diperlukan ialah sebagai berikut:
1.      Menyeleksi hasil karya.
2.      Mengatur ruangan pameran; perhatikan sirkulasi arus pengunjung agar lancar.
3.      Publikasi pameran.
4.      Pembuatan katalog atau folder berisi judul karya dan nama pembuatnya.
5.      Penerangan yang baik.
d.      Pengunjung
Pengunjung dan pemirsa pameran kelas yang diharapkan antara lain ialah:
1.      Siswa sekolah yang bersangkutan.
2.      Guru dan karyawan.
3.      Orang tua atau wali murid saat pengambilan buku rapor sekaligus dapat menilai dan mengikuti kemajuan perkembangan siswa sekolah tersebut.
Dengan menyaksikan dan menghayati karya siswa, pengunjung dapat mengenal karya seni rupa dengan jenis dan teknik penggunaan aneka media. Pameran dapat menambah dan meningkatkan apresiasi seni. Apresiator inilah yang lebih banyak berperan dalam pengembangan seni, sebab bila kita amati dari sekian banyak siswa kemungknnan ada yang berkembang menjadi seorang seniman.
Secara garis besar hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penyelenggaraan pameran adalah maksud dan tujuan pameran, perencanaan jadwal kegiatan, persiapan pelaksanaan, evaluasi, dan laporan penyelenggaraan pameran. Oleh karena itu, perlu persiapan khusus untuk melimpahkan tugas dan tanggung jawab kepada siswa lewat kepanitiaan.

Menyusun Langkah Kerja Pameran
Program kerja kegiatan pameran adalah rencana yang harus dilaksanakan secara jelas dari awal sampai akhir, seningga kegiatan ini dapat berjalan lancar, terarah dan tujuan dari suatu pameran dapat tercapai. Hal-hal yang harus disusun dalam suatu kegiatan pameran sebagai berikut.
a.       Perencanaan Pameran
1.      Menentukan jenis pameran akan menjadi pedoman awal untuk mempersiapkan dan melaksanakan kegiatan pameran.
2.      Menentukan tema pameran biasanya dikaitkan dengan acara kegiatan dan disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang sedang populer di masyarakat, sehingga menarik dan membangkitkan motivasi masyarakat untuk melakukan kegiatan pameran.
3.      Untuk menentukan tempat yang sesuai dengan kegiatan, perlu diperhatikan:
a.       Kelengkapan sarana dan prasarana.
b.      Denah ruang pameran.
c.       Keamanan dan sebagainya.
b.      Persiapan pameran
1.      Membentuk kepanitiaan.
2.      Pembagian tugas panitia.
a.       Ketua bertanggung jawab atas seluruh kegiatan pameran, mengkoordinasi, dan mengatur serta mengarahkan proses kerja anggota panitia yang lain,
b.      Sekretaris bertugas membantu ketua untuk melakukan pendataan, mengumpulkan, dan membuat administrasi serta laporan pertanggungjawaban pameran.
c.       Bendahara bertugas mengolah, mendata, dan mencatat pemasukan dan pengeluaran keuangan.
d.      Seksi-seksi merupakan anggota panitia yang bekerja secara bersama-sama membantu menyukseskan kegiatan pameran melalui kemampuan sesuai dengan bidangnya.
c.       Sarana dan Prasarana
Sarana dan prasarana dalam kegiatan pameran karya seni rupa, yaitu:
1.      Panel,
2.      Sound System,
3.      Standard display,
4.      Katalog,
5.      Lighting (pencahayaan),
6.      Buku pesan dan kesan.
7.      Furnitur.
d.      Pengumpulan Hasil Karya
Maksud dari kegiatan ini adalah mengumpulkan, mendata, dan menyeleksi hasil karya seni yang layak untuk dipamerkan. Persiapan pengumpulan hasil karya dapat diawali dengan pemberitahuan kepada peserta dan kemudian didata para peserta yang mau ikut pameran dengan hasil karyanya. 

Melaksanakan Pameran
Acara puncak dari kegiatan pameran adalah pelaksanaan pameran itu sendiri. Setelah perencanaan dan susunan acara sudah siap, kegiatan pameran dapat segera dilaksanakan. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan pameran adalah sebagai berikut.
a.       Penataan Ruangan
Penataan ruangan biasanya dilakukan panitia pameran seksi dekorasi ruangan. Secara umum, tugas dari seksi dekorasi adalah untuk menata, menyusun, atau mengatur unsur-unsur yang berada di dalam maupun di luar ruangan. Hal ini diwujudkan untuk dapat memberikan kesan harmonis, nyaman, asri, penuh daya tarik, dan dapat menyenangkan para pengunjung yang akan datang. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penataan ruang, yaitu:
1.      penempatan denah ruangan,
2.      posisi tempat duduk,
3.      posisi panel,
4.      memperhatikan display, serta
5.      lighting yang merata dan tidak mengganggu penglihatan.
b.      Penataan Hasil Karya
Setelah penataan ruangan selesai, selanjutnya kita dapat menyusun atau menata hasil karya yang akan dipamerkan. Teknik penyusunan pada dasarnya dapat memberikan kesan menarik perhatian, harmonis, serta dapat dinikmati para pengunjung secara maksimal seningga proses apresiasi terhadap hasil-hasil karya yang dipamerkan dapat terwujud dengan baik. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam penataan hasil karya seni dalam pameran adalah sebagai berikut.
1.      jarak pandang,
2.      posisi karya,
3.      ukuran karya,
4.      jenis karya, dan
5.      format standar.

Evaluasi Pameran
Evaluasi pameran adalah mengoreksi kembali dari proses perencanaan, persiapan, sampai pada pelaksanaan kegiatan pameran. Dari pembentukan panitia, mekanisme kinerja panitia, dan keuangan panitia harus dibuat laporang sebagai laporan pertanggungjawaban panitia dalam penyelenggaraan pameran serta dapat dijadikan acuan untuk kegiatan pameran selanjutnya.
Jadi, kesimpulan dari pembelajaran ini adalah pameran sebenarnya adalah kegiatan positif yang harus dilaksanakan oleh setiap siswa secara rutin dan berkelanjutan. Banyak manfaat yang dapat diperoleh dalam kegiatan pameran di antaranya adalah dapat membentuk siswa yang kreatif, berbudi luhur dalam bekerja sama dan dapat menghargai hasil karya sendiri maupun hasil karya orang lain.

Sumber :
Modul Pintar Seni Budaya Kelas X Semester 2, Penerbit Citra Pustaka.









0 Komentar untuk "Persiapan dan perencanaan pameran seni rupa"

Silahkan berkomentar sesuai artikel

 
Template By Kunci Dunia
Back To Top